TIANJIN, Radio Bharata Online - Seorang pakar pada Annual Meeting of the New Champions (AMNC) ke-14 menyebut  "Peran tak tergantikan" Tiongkok dalam mendorong perkembangan teknologi. Angela Wu, profesor di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, menyoroti kontribusi signifikan yang dibuat oleh para peneliti hebat dan perusahaan wirausaha baru yang memanfaatkan teknologi ini.

AMNC, juga dikenal sebagai "Summer Davos" yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF), saat ini sedang berlangsung di Tianjin, Tiongkok, mengambil tema "Kewirausahaan: Kekuatan Penggerak Ekonomi Global."

Dalam acara tersebut WEF meluncurkan laporannya tentang 10 teknologi teratas yang muncul tahun 2023 , yang diantisipasi memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar. Teknologi dipilih setelah pertimbangan dan evaluasi yang cermat oleh para akademisi, pemimpin industri, dan futuris. Menurut Wu, sepuluh teknologi ini, yang dipilih sendiri dari kumpulan 90 teknologi yang disarankan, dianggap transformatif dan mengubah permainan.

Tantangan ke depan

Sementara kemajuan teknologi ini menawarkan potensi yang sangat besar, para ilmuwan mengakui tantangan dan kekhawatiran yang terkait dengan privasi, keamanan data, pembuatan kebijakan, dan etika.

Wu secara khusus menyoroti pentingnya aksesibilitas data dalam perawatan kesehatan yang difasilitasi AI. Untuk membuat data lebih mudah diakses, sumber daya lokal, infrastruktur, kecerdasan buatan, dan komputasi terdesentralisasi harus dimanfaatkan.

Joseph Constantine, profesor di American University of Beirut, menekankan bahwa ketika data terakumulasi, masalah privasi dan keamanan data akan menjadi semakin menonjol.Berbicara tentang bagaimana menemukan keseimbangan antara peluang dan tantangan yang dihadirkan oleh teknologi seperti kecerdasan umum buatan (AGI), Constantine menyarankan agar para ilmuwan dapat memberikan panduan kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang menangani masalah publik. Dia juga menyatakan optimisme tentang aplikasi AGI di masa depan, dengan menyatakan bahwa mereka akan melampaui alat seperti ChatGPT untuk mencakup industri seperti film dan televisi. (CGTN)