Komunitas Internasional harus mementingkan isu ketahanan pangan, bersama-sama mengupayakan solusi melalui kerja sama internasional. 

Demikian dinyatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers hari Selasa kemarin (25/7) di Beijing.

Sekjen PBB António Guterres hari Senin (24/7) lalu mengatakan, sistem pangan global telah “roboh”, sehingga kelompok rentan membayar akibatnya, dunia harus segera mengubah pola produksi dan konsumi pangannya. Menanggapi hal itu, jubir Kemlu Tiongkok mengatakan bahwa saat ini, pemulihan ekonomi dunia masih lesu, ditambah lagi   berbagai tantangan global, kemiskinan dan kelaparan masih jauh belum diselesaikan.

Pewarta : CRI