New York, Radio Bharata Online - Tiongkok pada hari Kamis (14/3) meminta semua pihak yang terlibat dalam ketegangan di Laut Merah untuk menahan diri dan menghentikan tindakan lebih lanjut yang dapat meningkatkan ketegangan.
Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di New York, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Geng Shuang, mengatakan bahwa tidak ada negara yang boleh menyalahartikan resolusi Dewan Keamanan dan menggunakan kekuatan terhadap Yaman tanpa izin PBB.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa Dewan Keamanan tidak pernah mengizinkan negara mana pun untuk menggunakan kekuatan terhadap Yaman. Tidak ada negara yang boleh menyalahartikan atau menyalahgunakan hukum internasional atau resolusi Dewan Keamanan. Eskalasi situasi di Laut Merah telah secara serius mengganggu proses politik di Yaman," kata Geng.
Geng mengatakan bahwa ketegangan di Laut Merah adalah manifestasi signifikan dari efek limpahan konflik di Jalur Gaza yang dilanda perang. Tiongkok sekali lagi mendesak Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Jalur Gaza dan menghentikan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina, katanya.
Juga pada hari Kamis (14/3), Abdul-Malik al-Houthi, pemimpin angkatan bersenjata Houthi Yaman, mengatakan bahwa sejak pecahnya babak terbaru konflik Palestina-Israel pada bulan Oktober tahun lalu, angkatan bersenjata pemberontak Houthi telah menyerang sebanyak 73 kapal dan kapal perang yang terkait dengan Israel. Selama sepekan terakhir, Amerika Serikat dan Inggris telah melancarkan puluhan serangan udara terhadap target-target Houthi di darat dan laut.
Al-Houthi sekali lagi menekankan posisi Houthi yang mendukung Palestina, dengan mengatakan bahwa Houthi akan terus mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk berlayar di Laut Merah, dan bahkan akan mencegah kapal-kapal tersebut untuk melewati Samudra Hindia menuju Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika.