SHANGHAI, Radio Bharata Online - Xiaomi pada hari Kamis mengatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan denda sebesar 1 juta yuan ($149.000) kepada seorang pemasok, setelah perusahaan tersebut membocorkan rancangan desain awal dari model mobil yang akan datang.
Pada halaman Weibo resminya, seorang juru bicara menulis, Xiaomi telah "berurusan secara serius" dengan sebuah perusahaan teknologi cetak yang berbasis di Beijing, yang pada 22 Januari secara terbuka mengungkapkan gambar-gambar bumper depan dan belakang mobil yang akan datang, yang melanggar perjanjian kerahasiaan.
Xiaomi tidak mengungkapkan nama perusahaan tersebut, dan Reuters tidak dapat mengidentifikasinya.
Sebagai hukumannya, produsen ponsel pintar ini mengatakan akan menjatuhkan "kompensasi ekonomi" sebesar 1 juta yuan ($148.763) kepada pemasok tersebut.
Juru bicara tersebut menambahkan, bahwa mereka telah menginstruksikan pemasok untuk memperkuat manajemen keamanan informasinya, dan mengembangkan rencana untuk meningkatkan langkah-langkah kerahasiaannya.
CEO Xiaomi, Lei Jun, juga mengedarkan catatan tersebut di halaman Weibo pribadinya.
Selama Tahun Baru Imlek, gambar-gambar yang konon menunjukkan tiruan bagian depan dan belakang kendaraan listrik (EV) Xiaomi yang akan datang, tersebar di media sosial, serta tampilan penuh dari apa yang tampak seperti sedan kompak berwarna putih, dengan plat nomor bertuliskan "MS11".
Bocoran tersebut menandai gambar pertama yang dikonfirmasi dari mobil Xiaomi yang telah lama ditunggu-tunggu.
Namun, portal berita Sina Tech melaporkan pada hari Kamis, bahwa Wang Hua, manajer umum departemen hubungan masyarakat Xiaomi, mengatakan bahwa desain yang bocor adalah bagian dari proses penawaran, dan bukan rendering final.
Pada Maret 2021, Xiaomi, perusahaan perangkat keras yang terkenal dengan ponsel cerdasnya, mengatakan akan memasuki sektor otomotif, dengan tujuan menginvestasikan $ 10 miliar dalam proyek tersebut selama sepuluh tahun.
Sejak saat itu, perusahaan telah berkomitmen untuk membuka pabrik di Beijing yang dapat memproduksi 300.000 kendaraan per tahun.
Perusahaan ini mengatakan bahwa mereka berharap untuk mencapai produksi massal mobilnya pada paruh pertama tahun 2024. (CNA)