BEIJING, Radio Bharata Online - Pada hari Jumat sore lalu (7/7), PM Tiongkok Li Qiang bertemu dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen di Balai Agung Rakyat.

Li Qiang menyatakan bahwa dunia memerlukan hubungan Tiongkok-AS yang stabil, apakah Tiongkok dan AS dapat bergaul dengan tepat, akan mempengaruhi masa depan dan takdir umat manusia. Tahun lalu, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden berhasil bertemu di Bali, Indonesia, dan mencapai serangkaian konsensus penting, telah menunjukkan arah yang jelas untuk hubungan Tiongkok-AS. Diharapkan pihak AS bersikap rasional dan pragmatis, berjalan searah dengan Tiongkok, dan mendorong hubungan Tiongkok-AS kembali ke jalur yang normal sedini mungkin.

Li Qiang menyebut, kepentingan ekonomi Tiongkok-AS saling bersinergi dengan erat, saling menguntungkan dan menang bersama adalah inti dari hubungan ekonomi Tiongkok-AS, memperkuat kerja sama adalah permintaan aktual dan pilihan tepat bagi kedua pihak. Perkembangan Tiongkok adalah peluang tapi bukan tantangan bagi AS, juga adalah pertumbuhan dan keuntungan tapi bukan risiko bagi AS. Kedua pihak seharusnya berkomunikasi secara tulus, jujur, mendalam dan pragmatis, dan meningkatkan pertukaran dan mencari kesepahaman mengenai masalah penting dalam bidang ekonomi bilateral, dan menyuntikkan stabilitas dan energi positif demi hubungan Tiongkok-AS. Tiongkok dan AS harus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, bergantengan tangan untuk mengangani tantangan global dan mendorong perkembangan bersama.

Yellen mengatakan bahwa pihak AS tidak mencari ‘decoupling and disconnection’, tidak berniat menghalangi proses modernisasi Tiongkok, bersedia bersama Tiongkok untuk mengimplementasikan kesepahaman yang dicapai oleh kedua pemimpin negara, memperkuat komunikasi, menghindari salah paham yang disebabkan oleh perselisihan, meningkatkan kerja sama dalam menstabilkan ekonomi makro dan menangani tantangan global, serta mewujudkan saling menguntungkan dan menang bersama di bidang ekonomi. (CRI)