Radio Bharata Online – Pada Peringatan Hari Teh Internasional Tiongkok, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan perangko pos untuk Hari Teh Internasional. PBB meluncurkan satu set 10 perangko bertema teh untuk pertama kalinya di kantornya di Beijing pada hari Kamis (18/05/2023) untuk menandai Hari Teh Internasional yang jatuh pada 21 Mei.
Hari Teh Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2019 merupakan hari istimewa yang mengakui sejarah panjang dan signifikansi budaya dan ekonomi yang mendalam dari teh di seluruh dunia.
Menampilkan teh dari seluruh dunia dan peralatan teh, termasuk teko tanah liat ungu Tiongkok, set 10 perangko baru secara resmi diterbitkan pada 21 Mei dengan nilai nominal masing-masing 1,10 franc Swiss.
Tab terlampir menampilkan lambang PBB dan dirancang oleh Sergio Baradat, art director untuk Administrasi Pos Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Atul Khare, mengatakan dalam sebuah video pidato pada acara peluncuran bahwa usulan penetapan Hari Teh Internasional ditambah penerbitan prangko adalah untuk meningkatkan kesadaran publik akan nilai budaya, sosial dan ekonomi teh serta mendukung produksi dan konsumsi teh yang berkelanjutan.
Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih, dan minum teh baik untuk kesehatan. Selama beberapa dekade terakhir, industri teh global telah berkembang pesat dengan jumlah konsumen yang melonjak, karena minum teh telah menjadi tren di kalangan generasi muda.
Sejauh ini, nilai hasil tahunan industri teh global telah melampaui 18 miliar dolar AS. Hal ini sangat mendorong pembangunan sosial dan ekonomi dan merupakan sumber utama lapangan kerja dan pendapatan bagi jutaan keluarga miskin di seluruh dunia.
Pada tahun 2022, Tiongkok telah memproduksi 3,18 juta ton teh, mengkonsumsi 2,4 juta ton dan mengekspor 380.000 ton. Dengan hampir 30 juta orang di negara ini terlibat dalam produksi dan pemrosesan teh.