BEIJING, Radio Bharata Online - Militer Tiongkok dan Rusia pada hari Selasa (6/6) melakukan patroli strategis udara bersama di kawasan Asia-Pasifik. Patroli bersama ini merupakan satu langkah, yang menurut para ahli, kondusif bagi perdamaian dan stabilitas, mengimbangi dampak provokasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) secara beruntun di kawasan itu.
Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok dalam siaran pers mengumumkan, menurut jadwal kerja sama tahunan antara militer Tiongkok dan Rusia, kedua negara melakukan patroli strategis udara gabungan keenam di atas Laut Jepang dan Laut Tiongkok Timur pada hari Selasa.
Patroli bersama Tiongkok Rusia, juga terpantau di wilayah Korea Selatan. Seoul mengatakan bahwa empat pesawat militer Tiongkok dan empat pesawat militer Rusia, memasuki zona identifikasi pertahanan udaranya pada hari Selasa, namun tanpa melanggar wilayah udara negara itu, demikian seperti dilaporkan Kantor Berita Yonhap.
Sementara Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengatakan, bahwa dua pesawat pengebom H-6K dan dua pesawat pengebom Tu-95, dikawal oleh dua jet tempur yang tidak teridentifikasi, terbang bersama di atas Laut Tiongkok Timur dan Laut Jepang pada hari itu.
Untuk diketahui, sejak tahun 2019, Tiongkok dan Rusia telah secara teratur mengadakan patroli strategis udara bersama.
Patroli bersama Tiongkok-Rusia yang terbaru, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia-Pasifik, ketika tidak ada pertemuan yang terjadi antara kepala pertahanan Tiongkok dan AS, di Dialog Shangri-La di Singapura akhir pekan lalu, karena kurangnya kesungguhan AS untuk berkomunikasi. (Global Times)