Radio Bharata Online - Perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun pada hari Selasa (27/09/2022), mendesak pihak-pihak dalam krisis Ukraina untuk membuka pintu bagi penyelesaian konflik dan menempatkan semua pilihan melalui perundingan.
“Perkembangan terakhir di Ukraina menunjukkan bahwa perdamaian harus diupayakan dan ditegakkan oleh semua, dan konfrontasi blok, isolasi politik, sanksi dan tekanan hanya akan mengarah pada jalan buntu,” kata Zhang Jun dikutip dari CGTN.
Dia mengatakan penandatanganan “Inisiatif Butir Laut Hitam” telah menunjukkan bahwa bahkan dalam situasi konflik, diplomasi dapat membuahkan hasil dan membawa harapan.
Ia menegaskan bahwa semua pihak harus menegakkan ketertiban internasional berdasarkan hukum internasional dan mematuhi norma-norma dasar hubungan internasional berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam PBB, bukan hanya sebagai slogan politik saja.
Dewan Keamanan PBB, sebagai inti dari mekanisme keamanan bersama internasional, harus menggunakan sepenuhnya alat mediasi yang tercantum dalam piagam PBB dengan tetap berpegang pada arah yang benar dari gencatan senjata dan pembicaraan damai.
“Seharusnya, khususnya, mengambil tindakan konstruktif dan bertanggung jawab untuk mengumpulkan kondisi dan membuka ruang bagi solusi politik,” ujar Zhang Jun.
Ia pun menekankan, Tiongkok akan bekerja dengan semua negara yang cinta damai untuk terus melakukan berbagai upaya untuk meredakan situasi dan menyelesaikan krisis.
Tiongkok telah mencatat perubahan terbaru dalam situasi di Ukraina dan mendengarkan dengan seksama pandangan yang diungkapkan oleh kedua belah pihak.
Adapun Zhang Jun menyampaikan posisi Tiongkok dalam hal ini tetap konsisten dan jelas.
“Tiongkok menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara, tujuan dan prinsip Piagam PBB harus dipatuhi, masalah keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius, dan semua upaya kondusif resolusi perdamaian harus didukung,” papar Zhang.
Tiongkok berkomitmen untuk terus mempromosikan perdamaian melalui dialog serta memainkan peran yang konstruktif bagi perdamaian internasional.