JAKARTA, Radio Bharata Online - Serangan Israel di Jalur Gaza terjadi di hari pertama Ramadan pada Senin kemarin, yang menewaskan setidaknya 67 orang. 

Melansir dari laman The Peninsula, Selasa, 12 Maret 2024, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, semua jenazah korban serangan Israel tersebut telah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir.

Kematian terbaru ini menjadikan total korban tewas di kalangan warga Palestina menjadi lebih dari 31.112 orang, sejak perang Israel-Hamas meletus tahun lalu.

Pihak kementerian mengatakan, bahwa perempuan dan anak-anak merupakan dua pertiga dari total korban tewas serangan terbaru Israel di Gaza.

Perang antara Israel dan kelompok pejuang Palestina Hamas sejak lima bulan terakhir, telah memaksa sekitar 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka, dan membuat ratusan ribu orang berada di ambang kelaparan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan pihak-pihak terkait untuk 'membungkam senjata' mereka di Gaza selama Ramadan, dan membebaskan sandera yang masih ditahan di sana.

Guterres mengatakan kepada wartawan, bahwa hari ini menandai awal bulan Ramadan yang penuh berkah, di saat umat Islam di seluruh dunia merayakan dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian, rekonsiliasi, dan solidaritas. Namun pembantaian terus berlanjut di Gaza.

Menurut media Palestine Today, Selasa, 12 Maret 2024, Guterres menyerukan bahwa semangat Ramadan tetap berkomitmen untuk 'membungkam senjata' dan menghilangkan semua hambatan, sehingga bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa dapat disalurkan dengan kecepatan dan skala yang diperlukan.  Dikatakan, di saat yang sama dalam semangat bulan Ramadan, mata dunia dan sejarah sedang mengawasi kita semua, dan kita tidak bisa menutup mata.

Guterres menyatakan keprihatinannya, bahwa Israel dapat sewaktu-waktu melancarkan serangan darat ke kota Rafah, yang "akan menjerumuskan rakyat Gaza ke dalam lingkaran penderitaan yang lebih dalam lagi. 

Hingga hari pertama Ramadan tahun ini, gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas belum juga tercapai.

Padahal, sejumlah pihak terus mendorong jeda pertempuran tersebut, agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan ke Gaza, di mana semakin banyak warga menderita kelaparan. (medcom.id)