BEIJING, Bharata Online - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok pada hari Kamis menyerukan langkah-langkah hukum untuk mengatur daur ulang baterai daya dari kendaraan energi baru (NEV), karena baterai-baterai ini sekarang memasuki periode penghentian penggunaan massal.
Dalam pertemuan yang berfokus pada daur ulang baterai kendaraan listrik (NEV), kementerian menuntut penyelidikan dan hukuman yang ketat terhadap kegiatan ilegal, termasuk pembuangan baterai bekas tanpa izin, produksi produk di bawah standar menggunakan baterai bekas, kegagalan memenuhi tanggung jawab pelacakan informasi, pembongkaran ilegal yang menyebabkan pencemaran lingkungan, dan operasi tanpa izin.
Diperkirakan bahwa volume tahunan baterai bekas akan melebihi 1 juta ton pada tahun 2030, menurut kementerian. Pertemuan tersebut menyoroti kebutuhan mendesak untuk mempercepat pembentukan sistem daur ulang baterai yang baik.
Teknologi digital akan digunakan untuk memantau aliran baterai dengan lebih baik dan memastikan tanggung jawab perusahaan di sepanjang rantai industri terpenuhi, kata kementerian tersebut.
Kementerian juga mendesak kolaborasi yang lebih dalam antara asosiasi industri, perusahaan-perusahaan utama, dan lembaga penelitian untuk mempercepat pengembangan dan penerapan teknologi dan peralatan canggih, mengeksplorasi model bisnis baru, dan membangun fondasi yang kokoh untuk pengembangan industri berkualitas tinggi. [CGTN]