BEIJING, Radio Bharata Online - Pada hari Rabu, Tiongkok mengumumkan bahwa negara ini telah menempatkan tiga unit pelampung di beberapa terumbu karang di Kepulauan Nansha di Laut Tiongkok Selatan.

Langkah ini, menurut para ahli tidak hanya berfungsi untuk memberikan keamanan navigasi, tetapi juga menunjukkan bahwa Tiongkok menjaga kedaulatan teritorialnya, sekaligus menunjukkan bahwa Tiongkok adalah pemilik sebenarnya dari pulau-pulau di Laut Tiongkok Selatan.

Dalam sebuah siaran pers Rabu kemarin, Kementerian Transportasi Tiongkok mengatakan, untuk memastikan navigasi dan pengoperasian kapal yang aman, Pusat Layanan Navigasi Selatan dari Administrasi Keselamatan Maritim, yang berada di bawah Kementerian itu, baru-baru ini menempatkan tiga pelampung cahaya di perairan lepas pantai Huo'ai, Niu'e, dan terumbu karang Nanxun di Kepulauan Nansha.

Pengumuman ini muncul setelah Filipina mengatakan pada awal Mei, bahwa mereka telah menempatkan pelampung navigasi di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang diproklamirkan sendiri, dalam upaya untuk mengklaim kedaulatan atas Kepulauan Nansha.  Demikian sebagaimana dilaporkan Reuters pada tanggal 14 Mei.

Menurut Pasukan Penjaga Pantai Filipina, mereka memasang pelampung di lima area, termasuk terumbu Niu'e dan Huo'ai, demikian yang dilaporkan oleh situs web berita Filipina, inquirer.net.

Xu Liping, direktur Pusat Studi Asia Tenggara di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, pada hari Rabu kepada Global Times mengatakan, ini berarti setidaknya ada dua pelampung Tiongkok ditempatkan di tempat-tempat yang tumpang tindih dengan pelampung milik Filipina.

Penempatan pelampung Tiongkok menunjukkan, bahwa Beijing memiliki kemampuan dan tekad, untuk menstabilkan situasi di Laut Tiongkok Selatan.

Tiongkok tidak ingin melihat turbulensi di wilayah tersebut, dan juga tidak ingin ada pihak yang mengambil langkah provokatif, untuk menstimulasi atau meningkatkan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan. (Global Times)