JAKARTA, Radio Bharata Online - Amerika Serikat berupaya keras mencegah penggunaan aplikasi sosial media buatan Tiongkok, TikTok di negara mereka. Hal itu dilakukan karena dugaan tindakan mata-mata yang dilakukan Tiongkok melalui penggunaan TikTok .

Uniknya empat besar aplikasi yang disukai masyarakat justru buatan Tiongkok. Kelimanya adalah Temu, TikTok, Capcut, dan Shein. Sayangnya hanya TikTok yang terus-terusan dihajar oleh pemerintah Amerika Serikat.

Disebutkan Apptopia, CapCut adalah aplikasi edit video yangpaling banyak digunakan kreator konten TikTok. Belum lagi faktanya CapCut juga dimiliki oleh perusahaan yang membuat TikTok, Bytedance. Aplikasi lainnya Shein menawarkan penggunaan yang berbeda.

Shein adalah aplikasi penjualan online yang dibuat untuk menyaingi Amazon. Saat ini Shein memiliki kantor pusat di Singapura guna menghindari kompleksitas relasi politik Tiongkok dengan negara-negara lain.

Aplikasi lainnya Temu merupakan milik dari perusahaan teknologi Tiongkok, Pinduoduo. Aplikasi e-commerce itu disukai karena menjual segala jenis barang dengan sangat murah. "Menariknya pada 2021 cuma satu aplikasi Tiongkok ada di lima besar. Pada 2022 bertambah jadi tiga di lima besar. Kini meningkat lagi jadi empat," sebut Adam Blacker analis teknologi dari Apptopia. Dominasi aplikasi Tiongkok di Amerika Serikat itu diyakini sangat menakjubkan. Pasalnya di negeri Paman Sam justru ada perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Google, Meta, dan Apple.

Nyatanya dari lima besar aplikasi yang ada sekarang Tiongkok satu aplikasi yang tembus lima besar yaitu Instagram. Lebih lanjut Apptopia menyebutkan dari 500 aplikasi terlaris yang ada tahun ini di Amerika Serikat. Sebanyak 36 perusahaan China berdiri di belakang aplikasi-aplikasi tersebut. Rata-rata, perusahaan Tiongkok bertanggung jawab atas 16 dari 500 aplikasi teratas. TikTok, WeChat, CapCut, dan Temu berada dalam daftar 25 teratas. Sisanya masih masih jauh di bawah radar 50 besar. Hanya saja itu sudah jadi fakta menarik banyaknya perusahaan Tiongkok yang ternyata memiliki aplikasi yang disukai masyarakat Amerika Serikat.

sumber: SINDOnews