Menurut laporan, Departemen Perdagangan AS baru-baru ini memasukkan 43 entitas ke dalam daftar pengontrolan ekspor termasuk 31 entitas Tiongkok. Mengenai hal tersebut, Jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Selasa kemarin(13/6) menyatakan, ‘pihak AS demi memelihara hegemoni iptek militernya sendiri selalu menggeneralisasi konsep keamanan negara, dengan semena-mena menggunakan kekuatan negara, menghantam perusahaan Tiongkok tanpa alasan, dan semau-maunya merusak tata tertib ekonomi dan perdagangan internasional serta peraturan perdagangan dunia, dengan serius membahayakan kestabilan rantai industri dan rantai pasokan global, ini telah sampai tahap histeris dan tak segan-segan untuk memakai cara apa saja. Pihak Tiongkok menentang tegas tindakan AS tersebut, dan menuntut pihak AS segera membetulkan perilaku salah dengan alasan militer dan HAM, mempolitisasi, menginstrumentalisasi dan mempersenjatakan masalah ekonomi, dagang dan iptek, menghentikan penindasannya terhadap perusahaan Tiongkok dengan menggunakan daftar entitas sebagai alat pengontrolan ekspor. Pihak Tiongkok akan terus mengambil tindakan yang seperlunya dan dengan teguh memelihara hak dan kepentingan sah perusahaan Tiongkok.
Pewarta : CRI