Forum Davos Musim Panas ke-14 yang berlangsung selama tiga hari ditutup pada hari Kamis kemarin (29/6) di Kota Tianjin, Tiongkok. Opini internasional secara umum berpendapat, dilatar belakang ekonomi global yang terpengaruh oleh berbagai krisis, diselenggarakannya forum kali ini sangat signifikan untuk mengintensifkan kerja sama internasional dan bersama-sama mencari engin baru pertumbuhan ekonomi.

Menurut laporan Vietnamnet, dalam forum tersebut Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Cjhinh menegaskan, tugas utama pembangunan adalah mengintensifkan solidaritas global, mendorong multilateralisme, dan berpusat pada manusia. Tidak ada satu negara pun yang dapat menanggapi tantangan global sendirian.
Kantor berita ANTARA Indonesia menyebut, setelah absen empat tahun, akhirnya Forum Davos Musim Panas kini sudah kembali. Pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia Klaus Schwab menyampaikan pidatonya dalam pembukaan forum tersebut. Ia mengimbau agar seluruh dunia berupaya menghilangkan perselisihan, dan mendorong dialog, pengertian dan kerja sama.

Teknologi canggih dan tren perusahaan menjadi sorotan media asing pada forum kali ini. Surat kabar Nihon Keizai Shimbun Jepang melaporkan, para eksekutif perusahaan Tiongkok yang mengembangkan dan memperkenalkan teknologi digital satu per satu naik panggung, perusahaan startup pendidikan dan perusahaan medis besar juga memamerkan teknologi terbarunya antara lain AI, serta mengadakan diskusi mengenai topik teknologi, biaya pengembangan dan lain sebagainya.
Pewarta : CRI