Shanghai, Radio Bharata Online - Sebagai wilayah Tiongkok yang paling dinamis secara ekonomi, Delta Sungai Yangtze merupakan kontributor kuat bagi upaya modernisasi negara tersebut karena pemerintah provinsi di tiga provinsi tetangga, yakni Jiangsu, Zhejiang, dan Anhui telah menerapkan strategi nasional untuk pembangunan terpadu di wilayah tersebut.

Pada tahun 2022, PDB wilayah tersebut mencapai lebih dari 4 triliun dolar AS atau sekitar seperempat dari PDB nasional Tiongkok dan mendekati PDB negara ekonomi terbesar ketiga di dunia, yaitu Jepang.

Pada upacara pembukaan Pameran Impor Internasional Tiongkok yang pertama pada tahun 2018, Presiden Xi Jinping mengumumkan bahwa pengembangan terintegrasi Delta Sungai Yangtze adalah bagian dari strategi nasional.

"Ini adalah ekonomi Tiongkok yang paling maju, menyumbang sekitar seperempat dari ekonomi Tiongkok. Dan sumber daya dapat dialokasikan kembali dengan bebas di seluruh provinsi dan kota," kata Zhang Jun, Direktur Institut Pengembangan Terpadu Wilayah Delta Sungai Yangtze.

Salah satu keunggulan utama untuk pembangunan wilayah ini adalah peningkatan pesat dalam hubungan jalan antar provinsi dan rel kereta api, yang telah memangkas waktu tempuh antara kota-kota utama di wilayah tersebut menjadi tidak lebih dari dua jam dengan kereta api berkecepatan tinggi.

Lingkungan dan ekologi juga telah terlayani dengan baik oleh integrasi regional dengan tanggung jawab bersama untuk melindungi sumber daya alam yang juga dimiliki bersama di seluruh kawasan.

Di zona demonstrasi yang mencakup lebih dari 2.000 kilometer persegi di sepanjang perbatasan antara Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang, target ambisiusnya adalah memastikan bahwa pada tahun 2035 setidaknya dua pertiga dari area tersebut diserahkan kepada alam dan 80 persen transportasi telah menggunakan tenaga listrik.

Hasil penting lainnya bagi Tiongkok dari integrasi regional yang sukses ini adalah kualitas sains dan inovasi teknologi yang mengalir dari kawasan tersebut, dengan tiga provinsi bergabung untuk mendirikan Pusat Inovasi Teknologi Nasional Delta Sungai Yangtze yang dibuka pada Juni 2021 lalu.

Sekitar 60 persen dari sirkuit terintegrasi Tiongkok dan 40 persen kendaraan energi baru dibangun di Delta Sungai Yangtze, sementara sepertiga dari industri Kecerdasan Buatan dan bioteknologi canggih Tiongkok juga berlokasi di sini.

"Ini sangat penting bagi perekonomian Tiongkok. Tidak peduli apakah sebuah perusahaan berlokasi di Zhejiang atau di Shanghai. Setiap perusahaan sebenarnya dapat menghasilkan efek limpahan yang sangat kuat untuk provinsi dan kota tetangga," ungkap Zhang.