Hangzhou, Bharata Online - Seorang petugas lalu lintas robot futuristik telah dikerahkan untuk bertugas di pusat teknologi Tiongkok timur, Kota Hangzhou, mengarahkan pejalan kaki dan kendaraan menggunakan operasi bertenaga kecerdasan buatan.

Robot pengatur lalu lintas AI "Hangxing No.1", yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Unit Taktis Kepolisian Lalu Lintas Hangzhou (TPTU), memulai debutnya di jalanan ibu kota Provinsi Zhejiang pada hari Selasa (2/12), menandai dimulainya uji coba teknologi pintar tersebut.

Robot ini dilengkapi dengan kamera dan sensor definisi tinggi, yang mampu menangkap pelanggaran lalu lintas umum secara langsung (real-time) dan mengingatkan pejalan kaki serta kendaraan tidak bermotor yang melintas untuk mematuhi peraturan lalu lintas melalui sistem suara cerdas.

"Saya baru saja melewati garis batas kurang dari setengah meter ketika robot itu memberi tahu saya. Robot itu merespons dengan cepat," kata seorang pejalan kaki.

"Ketika Anda melihatnya, Anda secara tidak sadar akan berhenti di antrean seperti ini. Saya pikir ini cukup berguna. Ini dapat menghemat biaya kepolisian. Saya yakin ini akan menjadi tren di masa depan," ujar seorang pengendara sepeda motor.

Selain mengidentifikasi pelanggaran lalu lintas, Hangxing No. 1 juga dapat melakukan sinkronisasi dengan lampu sinyal untuk membantu petugas manusia dalam memandu dan menjaga ketertiban lalu lintas. Mobilitasnya yang fleksibel memungkinkan penyebaran yang cepat di berbagai persimpangan, sehingga meningkatkan efisiensi manajemen lalu lintas.

"Sekarang robot ini beroperasi dalam dua mode -- mengarahkan di tengah jalan dan memandu di persimpangan," kata Zhang Wanzhe, seorang petugas polisi.

Saat ini, robot manajemen lalu lintas AI itu masih dalam tahap uji coba. Ke depannya, robot tersebut diharapkan akan dilengkapi dengan model bahasa yang luas untuk menyediakan layanan yang nyaman seperti interaksi suara dan kontrol perintah.