BEIJING, Radio Bharata Online - Transisi energi tanpa Tiongkok tidak akan berhasil, hal itu dikatakan oleh Christian Bruch, chief executive officer Siemens Energy, sambil menekankan bahwa mencoba membangun turbin angin tanpa pasokan Tiongkok di Eropa akan hampir mustahil.

"Hal terakhir yang akan saya lakukan adalah menganjurkan sesuatu seperti meninggalkan atau mengurangi risiko. Kami memiliki konektivitas antara kedua wilayah yang bermanfaat dan tidak dapat dihindari, " kata Bruch seperti dikutip Reuters, Jumat(17/5).

CEO tersebut membuat pernyataan tersebut saat Uni Eropa memulai penyelidikan subsidi bulan lalu terhadap pemasok turbin angin Tiongkok, ini merupakan penyelidikan keempat yang menargetkan perusahaan Tiongkok hanya dalam waktu dua bulan.

Pembuatan turbin angin terutama bergantung pada bahan-bahan dari Tiongkok, terutama tanah jarang dan magnet permanen. 

Komentar Bruch ini memperlihatkan perpecahan antara pemerintah Jerman, yang menyarankan perusahaan mengurangi eksposur relatif mereka ke Tiongkok, dan para pemimpin perusahaan seperti Volkswagen dan BASF, yang telah meningkatkan keterlibatan mereka," 

Namun Bruch membantah hal itu dengan mengatakan, Harus ada jalan tengah antara proteksionisme penuh seperti di Amerika Serikat dan pasar bebas,"

ditambahkan oleh Bruch, dirinya tidak mendukung pemblokiran pasar Eropa. Menurutnya Eropa masih membutuhkan aturan yang jelas dalam hal bagaimana perusahaan dibiayai, dari mana mereka mendapatkan jaminan dan berapa bayarannya.

[Shine]