Changsha, Radio Bharata Online - Revolusi energi baru sedang bergulir di industri truk berat Tiongkok. Industri ini telah mengalami permintaan yang terus meningkat akan alternatif dengan biaya bahan bakar yang lebih rendah.
Pengemudi truk yang telah beralih ke kendaraan listrik mengatakan bahwa pengurangan biaya bahan bakar merupakan manfaat utama.
"Biaya bahan bakar untuk truk bertenaga minyak tradisional bisa mencapai sekitar 2.500 yuan (sekitar 5,2 juta rupiah). Dan sekarang jumlah tersebut telah turun menjadi sekitar 500 yuan (sekitar 1 juta rupiah) untuk biaya listrik," kata Ding Xuan, seorang pengemudi truk dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor truk jarak jauh.
Selain pengemudi truk perorangan, perusahaan logistik di negara ini juga beralih ke truk-truk besar berenergi baru untuk menekan biaya bahan bakar dan juga biaya perawatan armada. Seiring dengan meningkatnya penggunaan truk-truk ini, semakin banyak pesanan yang mengalir ke produsen kendaraan.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, produksi truk tugas berat listrik dari salah satu perusahaan manufaktur alat berat yang berbasis di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, Tiongkok tengah, hampir melampaui total produksi tahun lalu.
"Saat ini, satu truk tugas berat listrik meluncur dari jalur produksi di sini setiap 10 menit. Enam puluh truk tugas berat listrik diproduksi per shift per hari," ungkap Hu Penghui, Direktur bengkel truk berat listrik di perusahaan tersebut.
Data industri menunjukkan bahwa penjualan truk tugas berat energi baru di Tiongkok mencapai lebih dari 8.700 unit pada periode Januari-Mei 2023, dan mempertahankan tren kenaikan.