BEIJING, Radio Bharata Online - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning menegaskan prinsip "Satu-Tiongkok" adalah asas yang menjadi jangkar perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Taiwan.
"Kami bersedia menciptakan ruang yang luas untuk reunifikasi damai, tetapi kami tidak akan pernah memberikan ruang bagi aktivitas separatis 'kemerdekaan Taiwan'," ujar Mao Ning dalam konferensi pers reguler Minggu (9/10/2022).
Mao menjelaskan, ketegangan saat ini di seluruh Selat Taiwan berakar pada fakta bahwa otoritas Partai Progresif Demokratik (Democratic Progressive Party/DPP) Taiwan dengan keras kepala mengikuti posisi separatis "kemerdekaan Taiwan".
Ketegangan juga dipicu kolusi pihak-pihak di Taiwan dengan sejumlah kekuatan eksternal untuk terus-menerus melakukan provokasi hingga merusak fondasi penting dari pembangunan hubungan damai lintas Selat.
Mao mengatakan masalah Taiwan menyangkut kedaulatan dan integritas wilayah Tiongkok, sembari menekankan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok.
"Ketika prinsip Satu Tiongkok dipatuhi, hubungan lintas Selat akan meningkat dan berkembang. Penyimpangan dari prinsip Satu Tiongkok akan menyebabkan ketegangan dan turbulensi dalam hubungan lintas Selat," katanya.
Editor: Thomas Rizal