Anhui, Radio Bharata Online - Industri penanaman nektarin yang berkembang pesat telah meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perkembangan ekonomi pedesaan di sebuah desa di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur.

Saat nektarin memasuki musim panen di basis penanaman di Desa Fuxing, Kota Huaqiao Wuhu, para petani terlihat sibuk memetik buah yang sudah matang. Kota Huaqiao memiliki sejarah budidaya nektarin selama 20 tahun, di mana musim panen berlangsung dari akhir Mei hingga Juli 2023.

Tahun ini, luas tanam nektarin mencapai 5.500 mu (sekitar 367 hektar), dengan nilai output 40 juta yuan. Pesatnya perkembangan industri penanaman nektarin telah menawarkan kesempatan kerja bagi penduduk desa setempat, dan menghindarkan mereka dari siksaan mencari pekerjaan jauh dari rumah mereka.

"Sangat nyaman bekerja di sini, karena dekat dengan rumah. Gajinya juga lumayan, sekitar 6.000 yuan per bulan. Saya puas dengan gaji saya," ujar Li Chaoye, warga desa setempat yang bekerja di kebun.

Industri penanaman nektarin yang sedang berkembang tidak hanya mendorong pembangunan ekonomi pedesaan dan menyediakan lapangan kerja bagi penduduk desa setempat, tetapi juga mendorong pariwisata pedesaan dengan menarik wisatawan untuk memetik buah-buahan yang lezat dengan aroma yang menggoda.

"Nektarin tahun ini cukup besar, dan rasanya juga enak. Saya akan mengajak anak-anak untuk memetik buahnya di akhir pekan," ungkap Tao Huifang, seorang turis.

Nektarin, secara botani diklasifikasikan sebagai subspesies persik, halus dan berkilau, sedangkan permukaan persik yang tidak jelas karena adanya pubertas, disebut trikoma.