BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok meningkatkan upaya untuk menangani banjir dan bencana geologis, dengan mengirimkan kelompok kerja khusus untuk memandu pekerjaan, penyelamatan, pencegahan, dan mengalokasikan dana untuk membantu orang-orang yang terkena dampak, membangun kembali rumah korban, setelah hujan lebat menyebabkan 15 orang tewas dan empat hilang, di distrik Wanzhou, Barat Daya Kotamadya Chongqing Tiongkok.

Setelah meluncurkan tanggap darurat tingkat-IV pada Selasa sore, dan mengadakan pertemuan darurat dengan otoritas Chongqing pada malam hari, Markas Besar Pengendalian Banjir Negara dan Bantuan Kekeringan, mengirim kelompok kerja untuk memandu misi pencegahan dan penyelamatan banjir di Wanzhou.

Markas Besar meminta penyelamat untuk memastikan evakuasi yang aman, mencegah terjadinya bencana sekunder, dan memberikan dukungan hidup dasar bagi orang-orang yang terdampak, sambil memantau dengan cermat curah hujan di distrik sekitar, dalam 24 jam mendatang.

Menurut departemen darurat di Wanzhou, 24 kota dan kecamatan dilanda hujan lebat dari Senin hingga Selasa, dengan curah hujan terberat mencapai 261,2 milimeter. Pemerintah setempat telah mengirim lebih dari 2.500 orang untuk penyelamatan darurat dan evakuasi.

Hingga Rabu pukul 10.00 waktu setempat, sebanyak 37.226 orang dari 36 kota dan kecamatan telah terdampak, dan 11.578 di antaranya telah dievakuasi.

Di antara hampir 2.000 hektar tanaman yang terkena dampak, sekitar 570 hektar diantaranya telah hancur total. Sejauh ini, 50 rumah telah runtuh dan 112 rusak. Kerugian ekonomi langsung ke seluruh Wanzhou mencapai hampir 228 juta yuan (US $31 juta).

Seorang warga Wangzhou kepada Global Times mengisahkan, hujan turun dengan deras sekitar pukul 02.00 hingga 06.00 Selasa disi hari, ketika sebagian besar penduduk setempat sedang tidur, dan meluapkan air sungai dengan tiba-tiba.

Di luar Chongqing, hujan deras selama beberapa minggu terakhir, juga telah menggusur ribuan orang, menghancurkan jembatan dan menghanyutkan mobil dan rumah di provinsi Shaanxi dan Sichuan di Tiongkok Barat Laut, Tiongkok Barat Daya, serta provinsi Henan dan Hunan di Tiongkok Tengah.

Presiden Xi Jinping telah memerintahkan pihak berwenang di semua tingkatan untuk memprioritaskan dan memastikan keselamatan dan harta benda orang, meminimalkan berbagai kerugian akibat banjir, dan mengerahkan bantuan bencana.  Xi meminta Markas Besar Pengendalian Banjir dan Bantuan Kekeringan Negara, dan kementerian manajemen darurat dan sumber daya air, untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat konsultasi dan penelitian, serta meningkatkan peringatan dini. (Global Times)