Shanghai, Bharata Online - Pertukaran budaya memainkan peran kunci dalam memperkuat hubungan antara Tiongkok dan Rusia, mulai dari pameran seni bersama hingga restoran yang menawarkan masakan Rusia otentik kepada para pengunjung Tiongkok, semuanya membantu menumbuhkan ikatan bertetangga.

Hubungan antara kedua belah pihak menjadi sorotan minggu ini ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengakhiri kunjungan kenegaraan dua hari ke Tiongkok pada hari Rabu (20/5), sementara tahun ini juga menandai peringatan ke-25 penandatanganan Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan Tiongkok-Rusia.

Di sebuah ruang seni di pusat kota Shanghai, lukisan-lukisan dari seorang seniman Rusia yang berbasis di Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur, dipamerkan.

An Yike, Direktur ANYUE Space, mengatakan pameran tersebut telah sukses besar, memberikan kesempatan kepada para penggemar seni Tiongkok untuk mengapresiasi karya-karya kreatif seniman Rusia.

"Tema pameran kami adalah 'Perjalanan dari Barat ke Timur'. Lukisan-lukisan di sini mencerminkan pengamatan seniman terhadap dunia, menampilkan lanskap dan kesan regional yang telah ia temui. Dan melalui pertukaran budaya antara Tiongkok dan Barat, saya percaya bahwa seniman Barat dapat belajar dari teknik yang lebih mendalam, terkendali, dan halus yang ditemukan dalam seni Tiongkok. Pada saat yang sama, sebagai seniman Tiongkok, kita dapat merangkul keterbukaan ekspresif dan emosional yang terlihat dalam seni Barat. Teknik melukis yang berbeda dari Tiongkok dan Barat dapat menyatu. Ambil contoh pameran ini, Anda dapat melihat pelukis Rusia, karyanya menggabungkan banyak elemen lukisan Tiongkok. Karyanya terasa sangat berakar dalam tradisi Tiongkok, namun berasal dari sapuan kuas seorang seniman Rusia. Inilah keindahan pertukaran budaya, seni menjadi lebih beragam, membawa emosi batin yang lebih kaya, dan mendorong komunikasi lintas batas," jelas An.

Sementara itu, bahasa universal makanan juga mendekatkan kedua budaya tersebut. Sebuah restoran bergaya rumahan Rusia di Shanghai menyajikan berbagai hidangan lezat yang memanjakan para pengunjung. Pemilik restoran tersebut mengatakan bahwa makanan memiliki kekuatan untuk meruntuhkan batasan dan menciptakan hubungan antar manusia.

"Saya sangat menyukai Shanghai. Dan saya selalu memiliki hasrat untuk memasak. Jadi saya berpikir mungkin saya bisa mulai melakukan sesuatu ke arah itu di Shanghai. Kami memiliki banyak pengunjung, tidak hanya komunitas berbahasa Rusia, tetapi juga orang Prancis, Italia, banyak orang yang tertarik, tetapi juga mungkin teman-teman berbahasa Rusia membawa teman-teman asing mereka ke pesta kami untuk memperkenalkan makanan Rusia. Dan juga banyak orang Tionghoa. Kita dapat memperkenalkan budaya kita melalui makanan, yang bukan hanya tentang makan. Ini tentang lingkungan, tentang kebiasaan minum, kebiasaan berpesta. Jadi saya pikir ini adalah pertukaran budaya yang hebat," ujar Evgeniya Boyar, Pemilik Restoran 'Borsh and Kompot'.