Beijing, Radio Bharata Online - Otoritas perlindungan konsumen Tiongkok menangani 1,76 juta pengaduan dan memulihkan 1,28 miliar yuan (sekitar 2,9 triliun rupiah) bagi konsumen pada tahun 2024, menurut laporan tahunan yang dirilis oleh Asosiasi Konsumen Tiongkok pada hari Jum'at (20/6).
Laporan Status Perlindungan Hak Konsumen Tiongkok (2024) menyoroti pencapaian utama dalam perlindungan hak konsumen, termasuk penerapan Undang-Undang Perlindungan Hak Konsumen baru yang telah memperkuat perlindungan hukum.
Otoritas terkait melakukan pengawasan kualitas yang ketat, menarik kembali 10,89 juta kendaraan yang rusak dan 4,29 juta produk konsumen yang rusak sambil melakukan 6,41 juta inspeksi produk.
Di antara tindakan penegakan hukum yang penting adalah penyitaan 660.000 botol minuman keras premium palsu dan penutupan 219 lokasi produksi ilegal. Kampanye "Tangan Besi" yang menargetkan penipuan konsumen menangani 314.600 kasus.
Untuk tahun 2025, laporan tersebut menguraikan prioritas untuk meningkatkan perlindungan peradilan, melaksanakan tindakan keras yang lebih ketat terhadap iklan palsu dan manufaktur di bawah standar, dan meningkatkan perlindungan terhadap risiko yang muncul dalam konsumsi digital.