Suriah, Bharata Online - Para ahli ekonomi dan teknologi di Suriah menekankan pentingnya kerja sama antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa peningkatan hubungan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia merupakan jalan penting bagi pembangunan global, khususnya di bidang perdagangan, teknologi, dan industri maju.

Hubungan antara kedua negara menjadi sorotan minggu ini dengan kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Tiongkok dari tanggal 13 hingga 15 Mei 2026 atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Menggarisbawahi signifikansi yang lebih luas dari hubungan tersebut, pakar urusan ekonomi Rania Mahjazi percaya bahwa rekonsiliasi perdagangan antara kedua pihak sangat penting dalam meningkatkan perdagangan dan membawa manfaat yang lebih luas.

"Hubungan perdagangan Tiongkok-AS merupakan salah satu isu ekonomi terpenting abad ke-21. Hubungan ini beroperasi dalam kerangka kerja yang berupaya mencapai keseimbangan antara kepentingan bersama dan potensi ancaman, menghadirkan model yang berada di antara konflik dan persaingan. Rekonsiliasi perdagangan antara Tiongkok dan AS akan mengarah pada pengurangan tarif yang mendorong kenaikan harga. Tarif yang lebih rendah, pada gilirannya, akan menurunkan harga, meningkatkan volume perdagangan, dan menciptakan lingkungan perdagangan internasional yang lebih bebas. Rekonsiliasi tersebut secara langsung menguntungkan kedua negara dengan mengurangi defisit perdagangan yang ada, menurunkan tarif, mempromosikan kemitraan Tiongkok-AS, dan meningkatkan investasi serta aliran modal," jelasnya.

Maryam Fayyad, seorang ahli teknologi yang juga anggota dewan Syrian Computer Society, menunjukkan bahwa kerja sama Tiongkok-AS di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, industri semikonduktor, dan energi bersih menggabungkan kekuatan masing-masing pihak dan dapat menjadi pendorong utama untuk mengatasi tantangan global.

"Kerja sama Tiongkok-AS bukan sekadar pilihan, tetapi pendorong penting inovasi global. Sudah diketahui umum bahwa Tiongkok memiliki kemampuan manufaktur yang kuat dan infrastruktur digital yang canggih, sementara AS memiliki sejarah panjang dalam penelitian ilmiah dan inovasi fundamental. Ketika kekuatan-kekuatan ini digabungkan, mereka dapat memberikan solusi untuk tantangan global utama, seperti di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, energi bersih, dan bioteknologi. Kemitraan semacam itu membantu meningkatkan keamanan kesehatan, mengatasi perubahan iklim, dan meningkatkan efisiensi produksi. Semakin dalam kerja sama antara Tiongkok dan AS, semakin besar kemakmuran yang akan dibawanya bagi seluruh dunia," ujarnya.