Jakarta, Radio Bharata Online - TikTok Shop, fitur belanja streaming langsung dari aplikasi berbagi video TikTok, semakin populer di Indonesia. Alhasil, semakin banyak bisnis yang memanfaatkan fenomena yang menggabungkan hiburan dengan e-commerce tersebut.

Perusahaan kecantikan Focallure adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan Indonesia yang menggunakan platform ini untuk meningkatkan penjualan mereka. Wakil Manajer Umum, Febrayanto, mengatakan bahwa mereka secara bertahap memperluas jumlah waktu yang mereka habiskan untuk menyiarkan langsung produk mereka.

"Ketika TikTok masuk ke Indonesia, kami menyadari bahwa livestream adalah hal yang perlu dilakukan. Kami tidak bisa melewatkan livestream. Jadi sejak 2021 ketika TikTok masuk ke Indonesia, kami mulai melakukan livestream, berkolaborasi dengan pihak ketiga. Dan kemudian kami mulai melakukan sendiri. Dan saat ini, Focallure melakukan livestream dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam, jadi sekitar 18 jam sehari," ujarnya. 

Meskipun perusahaan ini juga menjual kosmetik mereka di platform livestream lainnya, Febryanto menambahkan bahwa TikTok Shop menghasilkan penjualan online terbesar bagi mereka.

Data menunjukkan bahwa produk kecantikan dan perawatan pribadi merupakan salah satu produk terlaris di TikTok, terhitung 84 persen dari unit yang terjual pada tahun 2023 sejauh ini.

Para ahli mengatakan bahwa platform media sosial ini mengubah kebiasaan berbelanja di negara yang pasar digitalnya terutama didorong oleh anggota Gen Z, generasi muda yang inovatif, adaptif, dan berevolusi dengan sangat cepat.

Analis e-commerce, Zamroni Salim, telah mempelajari perubahan drastis dalam industri e-commerce lokal. Dia mengatakan TikTok telah mengubah cara perusahaan berjualan. Sementara itu, konsumen sekarang melihat lebih dari sekadar produk, mencari koneksi, keaslian, dan kepribadian yang menarik.

"Ada pergeseran tren di seluruh dunia saat ini. Platform e-commerce tidak lagi hanya berupa situs web, tetapi lebih mudah diakses di ujung jari Anda. Mereka disebut perdagangan melalui ponsel pintar. Yang membedakan TikTok adalah fondasi mereka adalah hiburan terlebih dahulu, dan itu adalah cara yang sangat cerdas untuk melakukan bisnis. Hal ini menguntungkan jutaan usaha kecil dan menengah di Indonesia karena banyak pasar yang berkembang di bawah industri smartphone," jelasnya.

Ada lebih dari dua juta penjual yang terdaftar di TikTok Shop Indonesia, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

Pada akhir tahun ini, platform itu ditargetkan untuk mencapai pertumbuhan sebesar 15 miliar dolar AS (sekitar 230 triliun rupiah di Asia Tenggara, yang akan menempatkan TikTok Shop sejajar dengan pemain e-commerce yang sudah mapan seperti Lazada dan Shopee.