JAKARTA, Radio Bharata Online - Analis Christine Tjhin, yang juga direktur riset strategis di Gentala Institute yang berbasis di Jakarta mengatakan, pembukaan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan indikasi "responsif" Indonesia terhadap teknologi dan inovasi.

Menurutnya, transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia melalui inisiatif penelitian bersama, pelatihan pengemudi, dan interaksi antar insinyur kedua negara, suatu hari nanti dapat menghasilkan kemajuan lebih lanjut dalam sistem transportasi Indonesia, tidak hanya di pulau Jawa tetapi juga di seluruh nusantara.

Mengenai trainset Whoosh KCJB, Tjhin, sebagai direktur sebuah konsultan yang berfokus pada peningkatan hubungan antara Indonesia dan investor Tiongkok  mengatakan, "Kami cukup beruntung karena yang kami dapatkan sekarang, sudah termasuk produk (trainset) terbaru dari Tiongkok.  Menurut Tjhin, proyek kereta cepat juga turut mendongkrak citra Indonesia di mata masyarakat Tiongkok.  Proyek ini menarik perhatian pemerintah dan sekaligus juga penduduk Tiongkok.  Menurutnya hal ini bagus, karena persepsi masyarakat Tionghoa mengenai investasi di Indonesia, sebagian besar dibayangi oleh sejarah masa lalu.  Kini mereka juga semakin yakin bahwa Indonesia tidak lagi anti-Tionghoa.