JAKARTA, Radio Bharata Online – Pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Senin sore di Gedung Putih, Washington D.C. menghasilkan sejumlah poin penting, khususnya mengenai tragedi kemanusiaan di Gaza.

Dalam pertemuan ini, Jokowi mengaku mendesak Biden berbuat lebih banyak guna mengakhiri agresi militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Jokowi tegas meminta AS membantu mewujudkan gencatan senjata.

Dikutip AFP, Jokowi juga menyampaikan pesan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada Biden, namun AFP tidak merinci isi pesan tersebut.

Dalam keterangan persnya di Washington DC, AS, hari Minggu, Jokowi juga menyampaikan hasil KTT gabungan antara OKI dan Liga Arab, yang menghasilkan komunike berisi 31 poin. Poin-poin itu di antaranya mengecam agresi Israel di Gaza, menuntut Dewan Keamanan PBB segera mengambil resolusi yang tegas dan mengikat guna menghentikan agresi Tel Aviv, dan mendesak semua negara berhenti mengekspor senjata dan amunisi ke Negeri Zionis.

Menurut Presiden Jokowi, pesan itu adalah suara dari 57 negara, atau sekitar sepertiga suara negara di dunia.

Dalam keterangannya, Jokowi juga membahas peningkatan kerja sama strategis komprehensif dengan Biden. Kedua pemimpin sepakat membawa tingkat kerja sama bilateral AS-RI ke level lebih tinggi, yakni strategis komprehensif.

Dalam momen itu, Biden juga berterima kasih kepada Jokowi atas kepemimpinan RI di ASEAN. Biden menggarisbawahi komitmen AS memperdalam kerja sama di Asia Tenggara, dan termasuk dengan Indonesia.

Mengenai hubungan RI-AS, sejak 2002, AS telah memberikan lebih dari 6,2 miliar dolar AS (setara Rp97,3 triliun) untuk bantuan pembangunan, ekonomi, kesehatan, dan keamanan di Indonesia, yang juga mencakup lebih dari 2 miliar dolar (Rp31,4 triliun) untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu lebih dari 1,2 miliar dolar (Rp18,8 triliun) juga diberikan AS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Sementara itu dikutip dari laman Kedutaan Besar AS di Jakarta, AS dan Indonesia juga menyetujui kerja sama baru di bidang pertahanan, termasuk keamanan siber, luar angkasa, latihan gabungan, dan ancaman nuklir. (US Embassy)