BEIJING, Bharata Online - Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah menyerukan kepada Amerika Serikat untuk segera mengakhiri blokade dan sanksi, serta semua bentuk paksaan dan tekanan yang ditujukan kepada Kuba.

Upaya diplomatik ini menyusul perintah eksekutif baru-baru ini yang ditandatangani oleh presiden AS pada 1 Mei, yang memperluas sanksi terhadap Kuba. Pemerintahan AS membenarkan langkah tersebut dengan mengklaim bahwa Kuba terus menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Pemerintah Kuba bereaksi keras terhadap tindakan-tindakan ini. Pada hari yang sama perintah itu ditandatangani, menteri luar negeri Kuba menggambarkan tindakan paksaan sepihak tersebut sebagai "tercela dan menggelikan," dan menegaskan bahwa tindakan semacam itu "tidak akan mengintimidasi kami."

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyoroti bahwa intensifikasi sanksi ilegal dan sepihak ini sangat melanggar hak-hak mendasar rakyat Kuba untuk hidup dan berkembang. Lebih lanjut, Tiongkok menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar norma-norma dasar dalam hubungan internasional.

Dalam pernyataan resmi, Tiongkok menegaskan kembali dukungan penuhnya kepada Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, sekaligus secara tegas menentang segala bentuk campur tangan dalam urusan internal Kuba. [CGTN]