Maiquetia, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, pada hari Senin (6/7) mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok atas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa bumi.
Bantuan darurat pertama yang diberikan oleh pemerintah Tiongkok untuk membantu Venezuela setelah gempa bumi dahsyat baru-baru ini tiba pada hari Senin (6/7) di Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia, dekat ibu kota Venezuela, Caracas.
Pengiriman awal, dengan berat lebih dari 80 ton, berisi 20 generator, delapan kendaraan pemurnian air, 200 unit disinfeksi, 200 set peralatan penerangan tenaga surya, lebih dari 1.700 tenda, dan lebih dari 6.700 selimut.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, dan Duta Besar Tiongkok untuk Venezuela, Lan Hu, menerima bantuan tersebut di bandara.
Gil mengatakan pengiriman tersebut termasuk di antara pengiriman bantuan terpenting yang diterima Venezuela untuk membantu komunitas yang rentan. Gil mengatakan bantuan tersebut menunjukkan kemitraan strategis yang tak lekang oleh waktu antara Venezuela dan Tiongkok.
"Ini adalah bantuan terpenting bagi Venezuela, dan kami menyampaikan rasa terima kasih terdalam kami untuk itu, karena Tiongkok benar-benar telah membantu Venezuela. Ini juga menjadi contoh yang sangat kuat dari kemitraan strategis abadi antara Tiongkok dan Venezuela. Kami berterima kasih kepada rakyat Tiongkok, dan rakyat Venezuela berterima kasih atas bantuan Tiongkok," ujar Gil.
Gil mengatakan komunitas Tionghoa dan perusahaan yang didanai Tiongkok di Venezuela telah aktif mengulurkan tangan membantu sejak bencana terjadi, bergabung dalam upaya penyelamatan dan membantu warga yang mengungsi sejak awal.
"Warga Tionghoa perantauan di Venezuela termasuk yang pertama muncul di lokasi penyelamatan di daerah yang paling parah terkena gempa. Rakyat Venezuela menyaksikan secara langsung bagaimana komunitas Tionghoa melindungi korban bencana dan membantu upaya bantuan pasca gempa. Rakyat Tionghoa di Venezuela bersatu dengan rakyat Venezuela. Kedua bangsa ini bersaudara dan bersahabat, berbagi tanah yang sama," kata Menteri tersebut.
Angka resmi terbaru menunjukkan bahwa dua gempa bumi beruntun yang melanda Venezuela pada 24 Juni 2026 sejauh ini telah menewaskan 3.535 orang, melukai 16.740 lainnya, dan menyebabkan kerusakan material yang luas.