BEIJING, Radio Bharata Online - Helikopter Z-10  yang telah mulai dibangun pada akhir 1990-an ini sekarang menjadi kendaraan tempur andalan Tiongkok. 
Keputusan Tiongkok untuk membuat Helikopter serangnya sendiri setelah kesepakatan mendatangkan AH-1 Cobra dari Amerika Serikat pada tahun 1988 gagal terealisasi rupanya berbuah manis.

Program pembuatan helikopter serang Tiongkok ini lalu diberi nama Special Armed Project atau Special Use Armed Helicopter Project yang kelak dikenal sebagai heli Z-10 (Wu Zhi-10). Prototype pertama Z-10 China ini selesai dibangun pada tahun 2002. 

Spesifikasi Z-10 Tiongkok (H2)

Dilansir dari Military Today, Helikopter Z-10 memiliki konfigurasi tempur standar dengan badan pesawat sempit dan kokpit tandem berundak. Penembak duduk di depan dan pilot berada di belakang. Helikopter ini memiliki panjang 14,1 meter, diameter rotor sekitar 12 meter, tinggi 3,85 meter, dan berat maksimal mencapai 5,5 ton.

Z-10 terbaru telah dibekali dengan mesin turboshaft baru WZ-16 berdaya 1.500 kW, sehinggamembuat Helikopter ini mampu mencapai kecepatan maksimum 270 km/jam, ketinggian terbang hingga 6.400 m dan jangkauan operasinya sejauh 800 km. Dari segi persenjataan, helikopter Tiongkok ini diberkati meriam 30 mm dan mampu membawa 16 rudal, yang bisa berupa peluru kendali anti-tank HJ-8 atau HJ-9, dan rudal anti-tank HJ-10. Selain itu, terdapat pula pod untuk menyimpan beberapa jenis roket. 
Saat menyerang kelompok tank musuh, Z-10 akan membawa delapan rudal udara ke darat dan dua peluncur roket ganda. Rudal tersebut memiliki akurasi 85 persen dan setiap serangan mendadak Z-10 bisa menghancurkan setidaknya enam tank musuh.

Saat ini setidaknya 150 helikopter telah diproduksi CAIG untuk kebutuhan militer lokal. Sedangkan pelanggan asing pertama kemungkinan datang dari Pakistan dengan versi WZ-10ME setelah pembatalan pembelian T129 ATAK dari Turki. Keberhasilan Tiongkok membuat Z-10, menjadikannya negara kedua di Asia yang sukses memproduksi heli serang secara mandiri setelah Jepang dengan Kawasaki OH-1 sejak 1996.

Military Today