Beijing Radio Bharata Online - Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers hari Kamis (4/5) di Beijing mengatakan Tiongkok mendesak semua pihak terkait untuk menghentikan eskalasi krisis Ukraina.
Layanan pers kepresidenan Rusia pada hari Rabu (3/5) mengatakan bahwa Ukraina berusaha membunuh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menggunakan dua drone untuk menyerang kediamannya di Kremlin, tetapi Ukraina membantah terlibat.
Kremlin mengatakan militer dan layanan khusus menggunakan perang radar untuk menghentikan kendaraan udara tak berawak tersebut.
Ketika diminta untuk mengomentari kejadian tersebut, Mao mengatakan, "Posisi Tiongkok dalam krisis Ukraina konsisten dan jelas. Semua pihak terkait harus menghindari tindakan apa pun yang dapat semakin memperburuk situasi. Tiongkok akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memainkan peran peran konstruktif dalam penyelesaian politik krisis Ukraina," ujarnya.
Terlepas dari percobaan serangan, tidak ada korban atau kerusakan material yang dilaporkan dari jatuhnya drone dan pecahan yang dihasilkan, kata Kremlin.
Juga pada hari Rabu (3/5), Komite Investigasi Federasi Rusia mengatakan telah mulai menyelidiki serangan pesawat tak berawak di Kremlin tersebut.