Bangkok, Bharata Online - Permintaan untuk belajar bahasa Mandarin meningkat pesat di Thailand, karena semakin banyak anak muda Thailand menyadari potensi peluang kerja dan kesempatan untuk memajukan karier mereka melalui pengembangan keterampilan berbahasa, didorong oleh penguatan hubungan ekonomi antara kedua negara.
Bagi banyak pelajar Thailand, Mandarin dipandang sebagai bahasa masa depan, menawarkan prospek pekerjaan yang lebih baik melalui ekonomi Tiongkok yang berkembang dan kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek seperti yang dibawa oleh Prakarsa Sabuk dan Jalan.
Meskipun warisan keluarga juga merupakan motivasi utama untuk mempelajari bahasa tersebut bagi mereka yang keturunan Tionghoa, banyak orang Thailand ingin memanfaatkan peluang yang ditawarkannya.
Kemampuan berbahasa Mandarin semakin dihargai di sektor pariwisata Thailand, karena Tiongkok secara konsisten berada di antara sumber utama pengunjung internasional negara tersebut, sementara kebijakan bebas visa timbal balik yang mulai berlaku antara kedua negara pada tahun 2024 semakin memperkuat hubungan.
Banyak dari mereka yang mengikuti kelas bahasa mengatakan bahwa mereka memiliki tujuan yang jelas.
"Karena bahasa Mandarin memainkan peran penting dalam perekonomian saat ini, saya yakin memahami bahasa ini akan sangat bermanfaat," kata Itthipat Rukrungruankij, seorang mahasiswa.
"Impian terbesar saya adalah menjadi pramugari. Itu impian terbesar saya. Dan saya berharap suatu hari nanti saya dapat menggunakan bahasa Mandarin saya untuk bekerja di pesawat," ujar Mantana Naue-Aon, mahasiswa lainnya.
"Agar masyarakat Thailand dan Tiongkok dapat berbisnis bersama, mereka perlu memulai dengan mempelajari bahasa Mandarin. Ini adalah kunci kerja sama internasional," tutur Sorosit Phadungrutchadakit, Asisten Dekan Institut Manajemen Panyapiwat, sebuah lembaga pendidikan tinggi di Thailand.
Kelas-kelas Mandarin semakin banyak ditambahkan ke sekolah-sekolah swasta dan negeri, dengan hingga satu juta siswa Thailand saat ini terdaftar. Kursus bahasa Mandarin juga semakin diminati di pusat-pusat bahasa swasta di seluruh negeri.
"Alasan kami memutuskan untuk membuka kursus Bahasa Mandarin baru adalah karena permintaan dari para siswa, seperti siswa Thailand yang datang ke sini untuk belajar bahasa Inggris. Mereka juga menanyakan tentang bahasa Mandarin," jelas Arthit Juyaso, Kepala Sekolah Bahasa Duke di Bangkok.
Karena banyak anak muda Thailand yang antusias mengonsumsi video dan budaya pop Tiongkok, semakin banyak yang ingin membuat konten mereka sendiri dalam bahasa Mandarin.
"Saya biasanya menambahkan subtitle bahasa Mandarin, tetapi karena saya belum bisa berbahasa Mandarin, saya ingin belajar," ungkap Manatsanan Samakthai, Influencer Lokal Thailand.