Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak upaya besar-besaran untuk mencari orang-orang yang masih hilang, dan menyelamatkan korban luka, setelah ledakan di pabrik kembang api di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah. Ledakan pada Senin sore tersebut menyebabkan banyak korban jiwa.
Xi, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan ketua Komisi Militer Pusat, mengeluarkan instruksi yang memerintahkan penguatan penyaringan risiko, dan pengendalian bahaya di sektor-sektor kunci, peningkatan manajemen keselamatan publik, dan upaya untuk melindungi nyawa dan harta benda masyarakat.
Ledakan terjadi hari Senin sekitar pukul 16.40 di pabrik di Liuyang, sebuah kota setingkat kabupaten di bawah Changsha, ibu kota Hunan.
Xi menuntut penanganan yang tepat terhadap dampak ledakan, dan penyelidikan segera atas kecelakaan tersebut, menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.
Xi Jinping menegaskan, bahwa pihak berwenang di berbagai daerah dan departemen harus mengambil pelajaran mendalam dari kecelakaan tersebut, dan memperkuat tanggung jawab atas keselamatan kerja.
Perdana Menteri Li Qiang, yang juga anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mendesak upaya untuk memperkuat keselamatan kerja di industri dan sektor utama, dan dengan tegas mencegah terjadinya kecelakaan besar.
Kementerian Manajemen Darurat telah mengirimkan tim ke Liuyang, untuk memandu pekerjaan penyelamatan dan bantuan. Pasukan penyelamat setempat telah bergegas ke lokasi kejadian untuk merawat korban luka, dan melakukan upaya tanggap darurat di tempat kejadian, yang masih berlangsung. (Sumber: Global Times)