BEIJING, Radio Bharata Online - Menjelang kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Washington, AS meningkatkan upaya untuk merayu India supaya bergabung dengan NATO PLUS. Sementara Dubes AS untuk India, baru-baru ini memuji New Delhi sebagai salah satu sekutu terdekat Washington, sambil menyoroti perlunya memperdalam kerja sama pertahanan.

Para ahli Tiongkok pada hari Kamis mengatakan, bahwa isu yang digembar-gemborkan oleh AS, lebih pada pembentukan lingkungan opini publik yang menguntungkan bagi arsitektur keamanan Indo-Pasifik. Meskipun sikap resmi India terhadap keanggotaan NATO Plus masih belum diketahui.  Jika nantinya India membuat pilihan tidak bijaksana dengan condong ke arah NATO, hal ini akan menyebabkan kerugian besar bagi otonomi strategis New Delhi, status internasional, dan hubungan dengan negara-negara tetangga.

Dalam sebuah wawancara dengan outlet media India, WION pada hari Selasa, Duta Besar AS untuk India, Eric Garcetti, mengatakan bahwa "segala sesuatunya ada di atas meja" ketika diminta untuk mengomentari sebuah laporan, yang menyebutkan bahwa sebuah komite AS telah merekomendasikan agar India dimasukkan ke dalam kerangka kerja NATO yang dipimpin oleh AS.

Garcetti mengatakan terserah kepada New Delhi, untuk memutuskan apakah mereka ingin bergabung dengan NATO plus. Garcetti menekankan bahwa India adalah salah satu sekutu terdekat Washington.

NATO Plus, yang saat ini menjadi NATO Plus 5, merupakan sebuah pengaturan keamanan, yang menyatukan NATO dan lima negara yang bersekutu, yakni Australia, Selandia Baru, Jepang, Israel dan Korea Selatan, untuk meningkatkan hubungan pertahanan dan intelijen. (Global Times)