Xi'an, Bharata Online - Seorang analis Tiongkok pada hari Minggu (26/4) memprediksi bahwa gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran akan terus bertahan meskipun rencana untuk putaran kedua pembicaraan perdamaian kembali terhenti di Islamabad, Pakistan, mediator utama.

Wang Jin, Direktur Pusat Studi Strategis di Universitas Barat Laut di Tiongkok, memperingatkan agar tidak melebih-lebihkan pentingnya pembicaraan tersebut. Ia berpendapat bahwa gencatan senjata itu sendiri tetap menjadi faktor paling penting di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir gencatan senjata akan berlanjut. Itu akan menjadi kabar baik, tetapi ketidakpastian tetap ada mengenai Selat Hormuz, mengenai kemungkinan apakah akan mencapai kesepakatan atau tidak. Ketika kita berbicara tentang dialog di Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran, saya rasa kita tidak boleh melebih-lebihkan pengaruhnya," katanya.

Pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, komandan senior, dan warga sipil. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset AS di Timur Tengah, dan memperketat kontrol atas Selat Hormuz, memblokir jalur pelayaran kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat.

Gencatan senjata pada 8 April 2026 diikuti oleh pembicaraan Iran-AS di Islamabad pada 11 dan 12 April 2026. Setelah negosiasi gagal, Amerika Serikat memberlakukan blokade di Selat Hormuz, mencegah kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran untuk melintas.

Putaran negosiasi baru diharapkan akan diadakan di Pakistan minggu ini, tetapi Iran menolak untuk hadir, dengan alasan tekanan angkatan laut AS yang berkelanjutan dan "tuntutan yang berlebihan".

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada hari Minggu (26/4) bahwa ia tidak akan lagi mengirim delegasi untuk berbicara dengan Iran. "Jika mereka (Iran) ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kami, atau mereka dapat menghubungi kami," katanya.

"Terlalu banyak kesabaran dan fokus telah diberikan pada (perundingan) ini. Tetapi satu hal yang telah kita lupakan adalah gencatan senjata masih berlanjut. Jadi dari sudut pandang pribadi saya, pertemuan itu hanyalah alasan untuk perpanjangan, untuk kelanjutan gencatan senjata. Terlepas dari apakah pertemuan di Islamabad akan berlangsung atau tidak, kita tidak boleh melebih-lebihkan pentingnya. Gencatan senjata adalah hal yang paling penting, hal yang menentukan. Jadi selama gencatan senjata berlanjut, semuanya akan baik-baik saja," ujar Wang.