JAKARTA, Radio Bharata Online - Menko Marves Luhut Panjaitan menilai, kritikan yang ditujukan padanya soal pembangunan IKN akan diawasi oleh orang asing, adalah cermin sikap egois dan munafik.
Menurut Luhut, kritikan yang disampaikan adalah pemikiran yang egois.
Sebab, ia menekankan tujuannya memilih mandor asing dalam pengawasan proyek IKN, agar Indonesia bisa belajar ilmu dari mereka. Apalagi menurut Menko, Indonesia memang belum sepenuhnya bisa menangani proyek pembangunan hijau seperti konsep yang diatur di IKN. Dia menilai, sumber daya manusia Indonesia belum memiliki kualitas sebaik pekerja asing.
Mengenai kritikan terhadap kebijakannya mempekerjakan tenaga asing, Luhut menyebutkan, harus dilihat dari sisi positifnya, karena ini untuk kepentingan nasional.
Namun Luhut menegaskan, tak semua pekerja di IKN akan menggunakan tenaga kerja asing (TKA), melainkan hanya mandor saja yang akan memakai pekerja asing, dan selebihnya pekerja dalam negeri. Dan pada akhirnya sumber daya manusia Indonesia nantinya akan menggantikan tenaga asing tersebut, setelah memang menguasai keahlian yang dibutuhkan.
Dikutip dari laman Kompas, Luhut melaporkan kepada DPR terkait progres pembangunan IKN, bahwa untuk pengawasan megaproyek ini, dirinya telah memutuskan untuk mempekerjakan tenaga asing, dan hal itu telah diketahui oleh Presiden Joko Widodo. Keputusan itu diambil lantaran untuk memastikan kualitas Istana Negara di IKN, betul-betul yang terbaik. Sebab, ia menilai kualitas tempat tinggal presiden, akan menentukan citra Indonesia.
Sebelumnya, dalam Rapat Badang Anggaran Jumat 9 Juni, Luhut mengatakan, dirinya sudah lapor ke presiden, bahwa untuk pengawas, terpaksa dengan segala hormat pake tenaga asing untuk menjamin kualitas. Intinya, Luhut tidak ingin mempertaruhkan kualitas, jangan sampai pembangunan istana presiden itu hasilnya tidak bagus. (Kompas)