JAKARTA, Radio Bharata Online - Terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)pada 10-11 Mei 2023, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, saat ini seluruh persiapan on the right track atau sesuai rencana. Retno Marsudi menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memastikan persiapan tersebut melalui pengecekan secara langsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (25/4/2023).

Retno mengungkapkan, ia sudah melaporkan persiapan substansi dari KTT pada Mei mendatang. Secara total, akan ada dua hari pelaksanaan, yakni pada 10 dan 11 Mei 2023. Pada hari pertama akan digelar lima pertemuan dan hari kedua akan ada tiga pertemuan. Presiden Jokowi akan memimpin semua pertemuan di hari pertama KTT ASEAN, yakni pada 10 Mei 2023.

Retno pun mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sudah memeriksa langsung lokasi-lokasi KTT. Baik untuk pertemuan secara pleno (plenary) maupun secara retreat serta pertemuan lainnya. Sementara itu, untuk persiapan bandara, Retno menyampaikan sudah ada dua jalur kedatangan yang siap di Bandara Komodo, yakni kedatangan internasional dan jalur kedatangan domestik. Oleh karena itu, nantinya akan ada fasilitas untuk imigrasi dan fasilitas conveyor belt khusus yang akan menerima barang-barang dari kunjungan yang dari luar negeri.
Retno Marsudi juga menyampaikan soal kesiapan hotel tempat menginap para pemimpin ASEAN. Menurutnya, Presiden Jokowi meminta agar hotel tempat menginap mengutamakan kenyamanan bagi semua tamu KTT ASEAN.

KTT ASEAN di Labuan Bajo akan dihadiri 11 negara anggota. Selain Indonesia, negara-negara anggota ASEAN adalah Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Timor Leste. Sebagaimana diketahui, keketuaan Indonesia di ASEAN resmi dimulai pada Januari 2023. Presiden Jokowi sebelumnya mengungkapkan, masa Keketuaan ASEAN 2023 akan dijalankan sejak awal Januari 2023 dan berlangsung hingga akhir Desember 2023. Selama mengemban Keketuaan ASEAN 2023, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia akan memimpin negara-negara ASEAN berkontribusi dan memberi solusi positif bagi dunia di tengah situasi global yang menantang, terutama di sektor ekonomi.

sumber: Kompascom