JAKARTA, Radio Bharata Online - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan, tidak semua pedagang dalam suatu pasar mau menerima beras SPHP atau beras murah Bulog. Hal itu menurut pihaknya menjadi salah satu kendala dalam upaya menurunkan harga beras.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa kepada kantor berita RRI mengatakan, yang menjadi kendala adalah karena dalam satu pasar, ternyata tidak semua pedagang pasar mau menerima beras SPHP Bulog untuk dijual.  beras SPHP adalah beras pemerintah atau beras yang digelontorkan Perum Bulog dalam kemasan 5 kg. Beras ini diberi label 'SPHP' karena merupakan produk intervensi pemerintah lewat program stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP). Tujuannya, untuk meredam laju kenaikan harga beras.

Gusti mencontohkan salah satunya pasar yang dikunjungi Presiden Joko Widodo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, pedagangannya termasuk yang tidak mau menerima beras SPHP Bulog dan tidak ingin menjualnya. 

Untuk itu Bulog akan memilih pedagang yang bersedia menjual beras SPHP, dengan cara mendata pedagang yang bersedia, lalu mendistribusikan beras SPHP tersebut.

Lebih lanjut Gusti menegaskan, dengan kondisi seperti ini, maka di setiap pasar akan ada penyeimbang. Di satu sisi ada pedagang yang menjual beras SPHP dengan harga eceran tertinggi (HET), ada pula yang menjual beras premium komersial. (KBRN)