BOYOLALI, Radio Bharata Online - Sebanyak 11 korban jiwa melayang dalam kecelakaan maut di Tol Semarang-Solo, wilayah Boyolali, pada Jumat (14/4) dan Sabtu (15/4) kemarin. Polisi menyebut tol wilayah Boyolali merupakan titik lelah dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Menurut Kasat Lantas Polres Boyolali AKP M Herdi Pratama, seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Boyolali, karena jalur Boyolali titik lelah pengemudi. Daerah ini merupakan tempat yang serba nanggung untuk para pengemudi, karena mungkin sudah dekat dengan lokasi tujuan. Misalnya ke Solo, Ngawi, maupun sudah dekat pintu tol keluar untuk menuju Solo, Klaten, maupun Jogja.
Sehingga, lanjut Herdi, itulah yang menyebabkan para pengemudi ketika sudah sampai di Boyolali ini, walaupun sudah lelah, tetap memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.
Herdi juga mengingatkan,, ketika mengemudi jarak jauh maka durasi mengemudi yang ideal itu maksimal delapan jam sehari, ketika sudah mengemudi empat jam maka harus diselingi istirahat.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dua hari kemarin, Jumat (14/4) dan Sabtu (15/4), terjadi dua kecelakaan maut di jalan tol wilayah Kabupaten Boyolali. Dari dua kejadian itu, mengakibatkan 11 orang tewas dan 14 luka-luka.
sumber: detikcom