Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menghadiri acara penutupan KTT untuk Pakta Pembiayaan Global Baru di Paris dan menyampaikan pidato. Presiden Perancis Macron memimpin KTT tersebut dan 60 lebih kepala negara, kepala pemerintah dan penanggung jawab organisasi internasional utama menghadirinya.
Li Qiang menyatakan, Tiongkok selalu mementingkan perkembangan global dan masalah tata kelola. Tahun-tahun terakhir ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajukan inisiatif pembangunan global, inisiatif keamanan global dan inisiatif peradaban global berturut-turut, mendapat tanggapan luas komunitas internasional. Sebagai penggerak penting ekonomi global, Tiongkok mencurahkan tenaga terus untuk pertumbuhan ekonomi dunia. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab di dunia, Tiongkok memberi upaya besar untuk menangani perubahan iklim. Sebagai kontributor bagi pembangunan global, Tiongkok menyediakan dorongan kuat demi usaha pemberantasan kemiskinan dan perkembangan internasional.
Li Qiang mengajukan tiga butir usulan mengenai peningkatan kerja sama internasional dan penyelesaian permasalahan dalam pendanaan negara berkembang khususnya negara yang rentan, pertama, dengan tegas mendorong reformasi di bidang tata kelola moneter global, bergandengan tangan membentuk struktur tata kelola moneter global yang adil dengan efisiensi tinggi, menciptakan lingkungan pendanaan untuk negara berkembang. Kedua, dengan tegas membentuk hubungan mitra perkembangan global, menyediakan lebih banyak sumber perkembangan untuk negara berkembang. Ketiga, dengan tegas mendorong globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas, memberi tenaga pertumbuhan yang baru untuk negara berkembang.
Li Qiang menekankan, Tiongkok dan Eropa hendaknya mencari persamaan sementara mengesampingkan perbedaan, berpegang pada multilateralisme, sepenuhnya menghormati keadaan masing-masing, menyempurnakan tata kelola ekonomi global, mengurangi fenomena yang tidak setara dan miskin di dunia, bersama-sama menangani perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, menyelesaikan masalah hutang negara berkembang, dan mendorong perkembangan dunia yang berkelanjutan.
Pewarta : CRI