Beijing, Bharata Online - Semua negara pencinta damai di dunia harus tetap sangat waspada dan dengan tegas menentang langkah-langkah neo-militerisme Jepang yang gegabah, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada hari Selasa (28/4).

Pernyataan Lin disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait klaim Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, untuk bersiap menghadapi "konflik jangka panjang" selama panel yang bertugas meninjau kebijakan keamanan dan pertahanan negaranya.

"Baru-baru ini, pemerintahan Takaichi telah giat mengembangkan industri militer dan sekarang secara terbuka menyatakan niat untuk bersiap menghadapi 'konflik jangka panjang'. Jepang, yang pernah melancarkan perang dan menginvasi negara lain di masa lalu, sekali lagi menggembar-gemborkan apa yang disebut ketegangan. Apakah Jepang akan mengulangi kesalahan sejarah, menempuh jalan remiliterisasi, dan sekali lagi menjadi sumber masalah di Asia Timur?" kata Lin.

"Tahun ini menandai peringatan ke-80 pembukaan Pengadilan Tokyo. Di tahun yang begitu penting ini, Jepang tidak hanya gagal melakukan introspeksi serius atas perang agresinya di masa lalu, tetapi juga berupaya untuk melanjutkan ekspansi militer. Komunitas internasional tidak akan pernah menerima hal ini. Pelajaran sejarah masih segar dalam ingatan dan tidak boleh dilupakan. Semua negara pencinta damai di dunia harus tetap sangat waspada dan dengan tegas menentang langkah-langkah neo-militerisme Jepang yang gegabah," ujarnya.