JAKARTA, Radio Bharata Online - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pemangku kepentingan terkait, menyiapkan sejumlah antisipasi menghadapi lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan di masa libur Idul Adha, mulai 28 Juni sampai dengan 2 Juli 2023.

Melalui Keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu 28 Juni, Budi Karya mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan, agar merencanakan perjalanannya dengan baik. Menhub akan terjadi lonjakan penumpang angkutan umum maupun kendaraan, yang akan melalui jalur tol maupun selain tol.

Menhub telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi secara intensif dengan para operator, baik di jalan maupun sarana dan prasarana transportasi, seperti di terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Kemenhub menyebut prediksi lonjakan penumpang dan kendaraan, terlihat dari laporan yang disampaikan oleh para operator jalan dan transportasi.

Jasa Marga sendiri memprediksi puncak arus kendaraan keluar Jabotabek melalui tol, terjadi pada Rabu, yaitu sebesar 90.000 kendaraan, sedangkan pada hari normal biasanya sekitar 54.000 kendaraan.

Sementara puncak arus kendaraan masuk Jabotabek, diprediksi akan terjadi pada Minggu (2 Juli), yakni sebanyak 102.000 kendaraan. Padahal pada hari-hari biasa, normalnya sekitar 82.000 kendaraan.

Di sektor penerbangan diprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang pada masa libur Idul Adha. Pada 2023, diprediksi penumpang domestik mencapai 1,25 juta penumpang atau meningkat 24,47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022, yaitu sebanyak 1,01 juta penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang udara, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah mengimbau maskapai, terkait penambahan extra flight dan imbauan peningkatan pelayanan, dan tarif terjangkau pada periode libur sekolah dan Idul Adha tahun 2023.

Sedangkan di sektor penyeberangan, PT ASDP telah mengantisipasi lonjakan penumpang kapal penyeberangan di sejumlah rute, seperti di Merak-Bakauheni. Antisipasi yang dilakukan, di antaranya mengoptimalkan jumlah kapal dan dermaga yang beroperasi. (ANTARA)