Jerman, Bharata Online - Kepala perusahaan otomotif raksasa Jerman, BMW, pada hari Selasa (24/2) menyoroti integrasi mendalam perusahaan dengan pasar Tiongkok dan menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan kerja sama dengan mitra Tiongkok dalam mengembangkan sejumlah inovasi mutakhir.

Oliver Zipse, Ketua Dewan Manajemen dan CEO BMW AG, berbicara menjelang kunjungan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, ke Tiongkok.

Merz tiba di Beijing pada hari Rabu (25/2) untuk kunjungan resmi dua hari, kunjungan pertamanya sejak menjabat Mei lalu, dengan kanselir didampingi oleh para eksekutif puncak dari 30 perusahaan Jerman, termasuk BMW.

Zipse mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari delegasi ini dan mengatakan kunjungan tersebut memberikan pesan yang jelas tentang perlunya kedua negara untuk memperkuat kerja sama.

"Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa untuk bergabung dengan Kanselir Merz dalam kunjungan pertamanya ke Tiongkok. Kunjungan ini mengirimkan sinyal kuat untuk dialog, kolaborasi, dan saling percaya, karena ini adalah unsur-unsur penting, tidak hanya untuk masa depan kemitraan Sino-Jerman, tetapi juga untuk mengatasi tantangan global yang kompleks saat ini bersama-sama," ungkap Zipse.

BMW telah membangun lokasi penelitian dan pengembangan terbesarnya di luar Jerman di kota Shenyang, Tiongkok timur laut, dan telah berinvestasi besar-besaran di pabrik tersebut dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus pada perluasan produksi kendaraan energi baru (NEV). Perusahaan ini juga mengoperasikan basis inovasi tambahan di Beijing, Shanghai, dan Nanjing, yang berfokus pada pengembangan kendaraan, layanan digital, sistem perangkat lunak, dan pengemudian otonom.

Menjelaskan kerja sama BMW dengan Tiongkok, Zipse menyebutkan serangkaian kolaborasi dan inovasi yang telah dikerjakan raksasa otomotif ini bersama berbagai mitra Tiongkok.

"Tiongkok adalah pasar otomotif terbesar di dunia, dan salah satu pusat kekuatan teknologi dan inovasi terpenting bagi industri kami. Basis produksi Shenyang kami adalah lokasi penelitian dan pengembangan terbesar kami di luar Jerman. Sebagai contoh, sel baterai berasal dari CATL. Tumpukan pengemudian otonom kami dikembangkan bersama dengan Momenta. Dan model bahasa besar untuk asisten pribadi cerdas BMW adalah hasil dari kemitraan jangka panjang kami dengan Alibaba. Fitur-fitur ini adalah contoh sempurna dari kolaborasi lintas batas, semangat perintis bersama, dan keterbukaan bersama," jelasnya.