Beijing, Bharata Online - Tiongkok berharap bahwa tahap kedua dan ketiga pemilihan umum demokratis multipartai Myanmar 2025 akan berjalan lancar, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Senin (29/12).

Lin menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai pemilihan umum di Myanmar.

"Tahap pertama pemilihan nasional di Myanmar diadakan pada 28 Desember. Kelompok pengamat Tiongkok, bersama dengan perwakilan dari negara-negara terkait dan organisasi internasional, menyaksikan proses tersebut di lokasi. Proses pemungutan suara secara umum berjalan lancar dan tertib, dan pemilihan berhasil diluncurkan. Kami berharap bahwa tahap kedua dan ketiga pemungutan suara selanjutnya juga akan berjalan lancar, berkontribusi untuk meredakan situasi di Myanmar, mengembalikan lanskap politik ke jalur yang benar, mencapai perdamaian dan rekonsiliasi yang lebih luas dan stabil, dan memulihkan stabilitas dan pembangunan nasional secepat mungkin," ujarnya.

Pemilihan umum 2025 di Myanmar diadakan dalam tiga tahap. Tahap pemungutan suara kedua dan ketiga dijadwalkan masing-masing pada 11 Januari dan 25 Januari 2026.

Pemilu ini akan mencakup 692 daerah pemilihan di seluruh negeri, dengan sekitar 5.000 kandidat dari 57 partai politik yang bersaing memperebutkan kursi di tiga parlemen. Menurut Komisi Pemilihan Umum Uni, 21.517 tempat pemungutan suara telah didirikan di seluruh negeri.

Hasil pemilu akhir diperkirakan akan diumumkan setelah selesainya semua tahapan pemungutan suara.