BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok berharap dapat memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan semua pihak agar warisan dunia semakin bersinar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada hari Selasa mengatakan, bahwa perlindungan warisan dunia memerlukan dialog dan kerja sama antarbudaya. Tanggal 8 Juni adalah Hari Warisan Budaya dan Alam yang kedelapan di Tiongkok. Negara ini telah mencapai prestasi bersejarah dalam perlindungan warisan dunia.
Pada konferensi pers harian, juru bicara Lin Jian menguraikan upaya dan pencapaian Tiongkok dalam perlindungan warisan dunia, dan menekankan bahwa Tiongkok adalah salah satu negara terkemuka di dunia dalam hal warisan dunia.
Menurutnya, saat ini Tiongkok memiliki 57 situs warisan dunia, peringkat kedua di dunia, dan memiliki jumlah situs warisan alam, serta situs warisan budaya dan alam yang terbesar di dunia.
Dikatakan, Tiongkok sangat mementingkan perlindungan warisan dunia. Sejak bergabung dengan Konvensi Mengenai Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia pada tahun 1985, Tiongkok telah mencapai kemajuan yang stabil dalam bidang ini. Negara ini juga memastikan perlindungan yang ketat, dan pemanfaatan warisan alam dan budaya secara berkelanjutan dan seimbang, serta mendorong konservasi dan pengembangan warisan budaya dunia.
Sejak Kongres Nasional CPC ke-18 pada tahun 2012, Tiongkok telah menjadikan perlindungan warisan budaya, sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya untuk mengembangkan sektor budaya dan ekologi, serta mengurangi kemiskinan.
Menurut juru bicara, Tiongkok telah lama mengambil bagian yang bertanggung jawab dalam tata kelola warisan dunia secara global, dan telah beberapa kali terpilih sebagai anggota Komite Warisan Dunia. (Xinhua)