Jenewa, Bharata Online - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa merayakan Tahun Baru Imlek dengan sebuah acara yang mempromosikan budaya Tiongkok dan multilateralisme pada hari Selasa (10/2).

Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, jatuh pada tanggal 17 Februari tahun ini dan menandai awal Tahun Kuda, hewan ketujuh dalam siklus zodiak Tiongkok 12 tahun.

Perayaan dimulai dengan orkestra multinasional yang memainkan musik tradisional Tiongkok, yang kemudian diikuti oleh sekelompok anak-anak yang menampilkan tarian tradisional.

Setelah pertunjukan, Jia Guide, Duta Besar Tiongkok yang baru untuk PBB di Jenewa, menyampaikan pidato kepada hadirin.

"Kita di sini untuk menunjukkan kepercayaan kepada para mitra. Kita di sini untuk merayakan sebagai satu keluarga besar. Tiongkok mengusulkan Inisiatif Tata Kelola Global, menawarkan perspektif dan solusi Tiongkok, sekaligus memperkuat peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Jia.

Jia juga mengatakan, Festival Musim Semi mewujudkan nilai-nilai abadi Tiongkok tentang perdamaian, harmoni, dan persatuan.

Turut hadir dalam perayaan tersebut adalah Duta Besar Tiongkok untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Li Yongjie, dan Duta Besar Tiongkok untuk Perlucutan Senjata, Shen Jian.

"Karena PBB dan Organisasi Perdagangan Dunia sama-sama merupakan platform multilateral yang penting, saya juga berharap semua kolega yang bekerja di platform multilateral tersebut memiliki tahun yang sangat sukses," ujar Li Yongjie.

Setelah pidato, para duta besar memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dan menyapa para diplomat asing yang hadir dalam acara tersebut.

Yang menarik perhatian dalam acara tersebut adalah pakaian tradisional Tiongkok, keramik, dan karya seni yang mencerminkan budaya Tiongkok. Para tamu dapat mencoba seni Tiongkok dan kegiatan interaktif lainnya sambil mempelajari tentang Tahun Kuda.

Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan acara populer di PBB di Jenewa, yang bertujuan untuk menyatukan bangsa-bangsa guna mempromosikan multilateralisme dan pemahaman antar peradaban.