JAKARTA, Radio Bharata Online - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja untjuk menghadapi puncak bonus demografi di Indonesia.
Saat membuka Festival Pelatihan Vokasi dan Jobfair 2024 Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, hari Kamis, Afriansyah mengatakan, penyerapan tenaga kerja menjadi sangat penting, pada saat perubahan struktur penduduk Indonesia, dengan jumlah usia penduduk produktif lebih besar, dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, hal tersebut memberikan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, dalam memanfaatkan potensi angkatan kerja yang sangat besar tersebut.
Afriansyah menambahkan, bonus demografi saat ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan digitalisasi dunia. Dikatakan, seiring memasuki era digitalisasi tersebut, sudah seharusnya diiringi dengan strategi yang tepat, karena tidak semua negara, dan tidak semua kelompok masyarakat menikmati buah manis digitalisasi.
Afriansyah mengatakan, jika upaya peningkatan kualitas angkatan kerja Indonesia tidak dilakukan secara masif. Maka pekerja Indonesia rentan masuk ke dalam kelompok digital underclass, yaitu kelompok yang tidak hanya kurang mengakses dan menggunakan teknologi digital, tetapi juga mereka yang terkena dampak negatif dari digitalisasi.
Dalam kesempatan itu, Afriansyah meminta perusahaan-perusahaan untuk lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal. Hal tersebut perlu agar kesempatan berusaha masyarakat, dapat seimbang dengan kesempatan masyarakat untuk bekerja. (KBRN)