Beijing, Bharata Online - Keberhasilan pembangunan Tiongkok merupakan manifestasi dari kekuatan sistemnya, dan keberhasilan jalan, visi, dan model Tiongkok, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin di Beijing pada hari Kamis (9/4).

Mao mengomentari sebuah artikel karya ekonom Yanis Varoufakis, yang juga mantan Menteri Keuangan Yunani, yang diterbitkan di situs web Project Syndicate, dan memujinya sebagai artikel yang beralasan, berbasis bukti, objektif, dan berwawasan luas.

"Bagi negara sebesar Tiongkok, tidak pernah ada jalan pintas menuju kemakmuran. Tiongkok bergantung pada kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dan upaya rakyat Tiongkok. Memang, keberhasilan Tiongkok mendapat manfaat dari beberapa kekuatan. Misalnya, Tiongkok memiliki ketekunan untuk mewujudkan cetak biru pembangunan. Selama beberapa dekade, Tiongkok terus merumuskan dan menerapkan rencana lima tahun, dan terdapat kesinambungan dan konsistensi jangka panjang dalam tujuan dan kebijakan pembangunan Tiongkok. Selain itu, Tiongkok memiliki kemampuan untuk menyatukan upaya untuk menyelesaikan hal-hal besar. Tiongkok memobilisasi sumber daya dari berbagai pihak untuk membentuk sinergi dan mencapai pembangunan yang terkoordinasi," jelasnya.

"Tiongkok memiliki pasar yang sangat besar. Tiongkok memiliki kelompok pendapatan menengah terbesar di dunia dan merupakan pasar konsumen terbesar kedua. Selain itu, Tiongkok memiliki sistem industri yang kuat dengan berbagai sektor industri dan fasilitas pendukung yang mapan. Tiongkok juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Tiongkok adalah rumah bagi kelompok tenaga kerja penelitian dan pengembangan terbesar di dunia dan dengan cepat mengubah populasinya yang besar menjadi dividen talenta," ujar Mao.

"Keberhasilan Tiongkok bukanlah suatu kebetulan, apalagi hasil dari 'kecurangan'. Ini adalah manifestasi dari kekuatan sistem Tiongkok, dan keberhasilan jalan, visi, dan model Tiongkok," kata Jubir tersebut.