JAKARTA, Radio Bharata Online - Ekonom senior Raden Pardede mengatakan, Indonesia harus benar-benar memanfaatkan bonus demografi yang saat ini tengah dialami. Pasalnya, bonus demografi dengan jumlah pekerja produktif melimpah ini tak akan dirasakan selamanya.

Dalam pernyataannya yang dikutip Senin, Pardede mengatakan, dunia sedang berubah. Banyak negara maju saat ini sedang mengalami populasi yang menua, sehingga pertumbuhan ekonominya tak akan pesat seperti dahulu.  

Dia mengatakan kondisi penduduk negara maju yang menua, seharusnya menjadi peluang bagi Indonesia yang penduduknya relatif muda. Rata-rata usia penduduk Indonesia saat ini adalah kisaran 30 tahun, sementara Korea 42 sampai 50 tahun, begitu juga dengan Jepang.  Namun Raden mengingatkan, pada tahun 2040 Indonesia akan mulai masuk ke fase demografi yang menua.

Penjelasan ekonom senior Raden Pardede tersebut terkait dengan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS), yang mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kondisi penduduk muda Indonesia. 

BPS melaporkan pada 2023 terdapat sekitar 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) tanpa kegiatan, atau youth not in education, employment, and training (NEET) di Indonesia.

Dari 9,9 juta orang tersebut, 5,73 juta orang merupakan perempuan muda, sedangkan 4,17 juta orang tergolong laki-laki muda.

Kebanyakan dari mereka adalah Gen Z yang harusnya tengah di masa produktif. Gen Z merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Mereka sekarang berusia 12-27 tahun. Persentase penduduk usia 15-24 tahun yang berstatus NEET di Indonesia mencapai 22,25%, dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, banyaknya penduduk yang menganggur bisa berdampak pada penerimaan pajak negara. Sebab, penduduk yang tidak bekerja, akan mengalami tekanan pada daya belinya.

Suahasil memastikan, bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan serapan tenaga kerja dari waktu ke waktu. Namun, ia tak mengungkapkan bentuk dukungan apa yang tengah disiapkan pemerintah, demi mendorong masyarakat produktif itu bisa cepat terserap dunia kerja. (CNBC)