JAKARTA, Radio Bharata Online - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menegaskan dukungannya atas pemenuhan kebutuhan energi, khusus bagi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf, Selasa mengatakan, sesuai konsepnya sebagai Kota Rimba, kebijakan energi IKN mengacu kepada konsep energi hijau. Artinya energi yang digunakan di IKN adalah energi terbarukan.

Listrik yang digunakan akan berasal dari energi matahari yang ditangkap dengan panel surya, dan listrik yang dibangkitkan dengan tenaga air atau PLTA.

Namun demikian menurut Nanang, gas bumi sebagai energi transisi masih diperlukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di sekitar IKN.

Listrik untuk IKN sementara ini disambungkan PLN dari gabungan Sistem Mahakam dan Sistem Barito, sistem interkoneksi yang memiliki daya mampu, total 1.277 megawatt (MW), dan masih memiliki sisa kelebihan daya belum terpakai sebesar 577 MW.  Keseluruhan daya ini berasal dari puluhan pembangkit di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Nanang lebih jauh menjelaskan, nantinya diharapkan juga ada listrik dari PLTA yang akan dibangun di Malinau - Kalimantan Utara (Kaltara).

Meskipun masih mengeluarkan emisi, namun menurut Nanang emisi dari gas lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM). Ketersediaannya yang masih melimpah di alam, membuat gas juga relatif lebih murah dibandingkan BBM.  Apalagi sesuai dengan tren penemuannya di alam, produksi gas semakin dominan, dan konsumsi gas juga diperkirakan akan meningkat.

Karena itu, Nanang menegaskan, sejak awal SKK Migas siap bekerja sama dengan Otorita IKN,  serta para pemegang kebijakan lainnya untuk mengembangkan infrastruktur dasar, seperti pipanisasi untuk menyalurkan gas ke IKN. (RRI)